Pimpinan Senat Akademik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Yadi Ruyadi, M.Si (Ketua SA) dan Dr. Andhy Setiawan, M.Si (Sekretaris SA), beserta delegasi UPI lainnya mengikuti kegiatan Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTNBH) yang diikuti oleh 23 dari 24 PTNBH se Indonesia. Kegiatan tersebut diselengarakan selama tiga hari sejak tanggal 13-15 Februari 2025 di Universitas Hasanuddin Makassar. Tema yang diangkat dari Sidang Paripurna MSA PTN-BH 2025 kali ini adalah “Quo Vadis PTNBH Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Global”.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menekankan pentingnya peran PTN-BH dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi lainnya, terutama di wilayah yang masih membutuhkan penguatan. Ia juga menyoroti tantangan besar dalam memperkecil kesenjangan sumber daya manusia dan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Prof. Jamaluddin Jompa menjelaskan proses UNHAS sebagai Kampus PTNBH, yang mana sudah dimulai sejak 2015 melalui persiapan perubahan statuta.
“Unhas sebagai kampus berbadan hukum, setidaknya ada beberapa tantangan yang dirasakan seperti minimnya anggaran dari pemerintah pusat, pengelolaan sumber daya mandiri,” katanya.
Sebagai forum strategis, sidang ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Prof. Ir. Satryo Soemantri Brojonegoro, M.Sc., Ph.D. (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi), Prof. Jamaluddin Jompa (Rektor Unhas), dan Prof. Ujang Sumarwan (perwakilan MSA). Diskusi ini mencakup berbagai pembahasan, termasuk tantangan dan peluang PTN-BH dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, prinsip dan hakikat otonomi PTN-BH, serta konsep dan kriteria pengelolaan PTN-BH.
Prof. Satryo juga menyoroti hambatan yang dihadapi PTN-BH, seperti minimnya anggaran, pengelolaan sumber daya mandiri yang belum optimal, keterbatasan formasi PNS, pemotongan subsidi 2025, serta batasan kenaikan UKT. Ia menegaskan pentingnya regulasi keuangan dan administratif yang lebih fleksibel agar PTN-BH dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Saya setuju dengan ungkapan Bapak Rektor Unhas supaya kita tingkatkan terus, dan itu sudah ditunjukkan oleh Unhas sebagai PTN-BH dengan kerja sama yang baik serta kolaborasi dengan berbagai instansi atau berbagai negara,” ungkap Prof. Satryo.
Sidang Paripurna MSA PTN-BH 2025 kali ini diharapkan menghasilkan strategi konkret dan kebijakan adaptif agar PTN-BH tetap relevan, kompetitif, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa di tengah persaingan global.
